Pulau Kemarau di Palembang
saya akan mengajak kalian berwisata dikota kelahiran saya KOTA PALEMBANG :)
disini saya akan memperkenalkan sebuah pulau aneh karena letaknya ditengah tengah sungai MUSI & ada cerita mistis akan kekuatan CINTA yang saya akan ceritakan pada kalian :)
pintu masuk pulau kemarau
Pulau Kemaro yang terletak di tengah delta Sungai Musi, Palembang, punya
banyak destinasi wisata. Pulau ini menyimpan kisah cinta tragis seorang
Putri Raja. Ayo kunjungi pulau ini di akhir pekan!
Kemaro adalah
sebuah pulau yang terletak di tengah delta Sungai Musi. Nama Kemaro itu
sendiri diambil karena pulau ini tidak pernah banjir (alias selalu
kemarau), walaupun Sungai Musi meluap dan banjir.
Jika datang ke
pulau ini, nuansa Tionghoa terasa begitu kental. Hal ini bisa dilihat
dari adanya pagoda besar dan klenteng. Selain itu, objek menarik lain
yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Pulau Kemaro adalah seperti pohon
cinta dan makam Siti Fatimah, mantan putri Raja Palembang.
pohon cinta
konon katanya jika anda mengukir nama anda & pasangan anda dipohon ini cinta nya akan abadi :)
Klenteng
yang berada di Pulau Kemaro bernama Klenteng Soei Goeat Kiong. Warna
klenteng yang merah menantang di antara pepohonan hijau, membuatnya
mudah ditemukan.
PAGODA
Jika berjalan ke sisi lain pulau, Anda bisa
menemukan pagoda 9 lantai. Pagoda inilah yang menjadi daya tarik Pulau
Kemaro. Pagoda ini dibangun pada tahun 2006. Tingginya yang mencapai 9
lantai, membuatnya tampak sangat menjulang di tengah pulau.
Puas
berada di pagoda, coba kembali untuk berjalan ke tepi sungai. Anda bisa
menemukan patung Buddha. Biasanya, lokasi ini adalah tempat favorit para
wisatawan yang datang untuk berfoto ria. Anda juga bisa mencobanya.
Nah,
ada tempat yang asyik dikunjungi oleh para pasangan yang datang ke
Pulau Kemaro, yaitu pohon cinta. Pohon cinta adalah sebuah pohon
beringin yang sudah cukup tua dengan ranting yang sangat rimbun.
Konon,
apabila seseorang menuliskan nama dirinya dan pasangannya di pohon
cinta tersebut, maka jalinan cinta mereka akan semakin langgeng. Konon,
bagi pengunjung yang belum memiliki pasangan, bila menuliskan namanya
dan orang yang disukai, maka suatu saat nanti akan menjadi sepasang
kekasih. Percaya atau tidak.
Hal lain yang menjadi daya tarik
Pulau Kemaro adalah makan Siti Fatimah, putri Raja Palembang, yang
berada di depan klenteng. Inilah kisah cinta tragis yang pernah terjadi
di Pulau Kemaro. Legenda yang terjadi pada zaman Kerajaan Palembang ini
berawal saat Siti Fatimah dilamar oleh saudagar sekaligus Pangeran
Tiongkok bernama Tan Bun Ann.
Siti Fatimah mengajukan syarat pada
Tan Bun Ann untuk menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann
pun menerima. Untuk mengurangi risiko perampasan bajak laut, guci berisi
emas tersebut ditutupi dengan asinan sawi. Sesampai di dekat Pulau
Kemaro, Tan Bun Ann terdorong untuk memeriksa isi guci. Melihat isinya
yang cuma asinan sawi, ia pun kesal dan membuang guci-guci itu ke
sungai. Guci terakhir yang ia lempar ternyata pecah dan di situlah ia
melihat keping-keping emas.
Merasa terlambat menyadari hal itu,
Tan Bun Ann segera terjun ke sungai. Karena tak muncul-muncul alias
tenggelam, pengawalnya pun ikut terjun mencarinya. Dua orang tersebut
tenggelam pula. Melihat hal itu, Siti Fatimah pun berinisiatif terjun
dengan niat membantu sambil berkata, "Jika ada tanah yang tumbuh di tepi
sungai ini, maka di situlah kuburan saya." Ketiganya ternyata tidak
pernah muncul ke permukaan. Maka, untuk mengenang mereka, dibuatlah
makamnya di Pulau Kemaro.
Untuk mencapai Pulau Kemaro, pengunjung
hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu dari Sungai
Musi. Anda bisa berangkat dari dermaga Benteng Kuto Besak.